Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

BERITA >> LLDikti Wilayah Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
KEGIATAN LLDIKTI1 >> LLDikti Wilayah Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM)
PENGUMUMAN >> Pedoman Pelaksanaan Program Bantuan UKT/SPP Mahasiswa Semester Gasal T.A 2021/2022
PENGUMUMAN >> Surat Edaran Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021-2022
PENGUMUMAN >> Undangan Workshop Penatausahaan Arsip Aktif dan Inaktif
PENGUMUMAN >> Undangan Kegiatan Jurnal Online LLDikti Wilayah I
BERITA >> Pentingnya Mengangkat Potensi Inovasi dan Kearifan Lokal Melalui Kampus Merdeka
BERITA >> Dharma Wanita LLDikti Wilayah I Gelar Kegiatan Bulanan
BERITA >> 3 Fungsi Penting Judul Slide Untuk Presentasi Bisnis Dengan Pendekatan Storytelling
KEGIATAN LLDIKTI1 >> Dharma Wanita LLDikti Wilayah I Gelar Kegiatan Bulanan

9 Jenis Chart Yang Dapat Anda Gunakan Untuk Visualisasi Data Dalam Presentasi Anda


9 Jenis Chart Yang Dapat Anda Gunakan Untuk Visualisasi Data Dalam Presentasi Anda

  25 Aug 2021     Humas     328 Kali dibaca   

9 Jenis Chart Yang Dapat Anda Gunakan Untuk Visualisasi Data Dalam Presentasi Anda

 

Ada banyak pilihan chart untuk menampilkan data Anda. Jadi bagaimana Anda memilih salah satu nya yang akan membuat angka pada data Anda menjadi bersinar ? Lebih baik lagi, bagaimana Anda tahu chart mana yang akan menceritakan kisah yang paling berkesan dan berdampak bagi audiens Anda ?


Mempunyai pengetahuan tersebut sangat penting. Dan, untungnya, tidak sulit untuk mencari tahu chart mana yang pas dengan pola pikir yang benar.


Namun, pertama-tama, Anda harus memahami aturan mendasar dalam bercerita dengan data, yaitu : pastikan bahwa Anda memiliki pesan kunci yang sederhana dan mudah dilihat. Dengan kata lain, apa satu hal yang Anda ingin audiens Anda ingat ?


Sayangnya, masih banyak presenter yang benar-benar tidak tahu apa pesan utama yang akan mereka sampaikan. Sebaliknya, mereka mencoba memasukkan sebanyak mungkin data ke dalam slide presentasi mereka. Mereka berharap setelah mereka memasukan data demi data ke dalam slide presentasi mereka, maka audiens akan melihat inti dari slide presentasi mereka.


Saatnya untuk berhenti berpikir bahwa hanya karena Anda telah mengumpulkan semua angka, maka Anda harus memamerkan semuanya.


Bercerita dengan data meminta Anda untuk mengidentifikasi insight dari data yang Anda punyai dan hanya menyertakan informasi yang secara langsung mendukung pesan yang hendak Anda sampaikan. Data yang tidak berkaitan dapat Anda abaikan.


Jadi, bagaimana Anda memilih chart yang menceritakan sebuah kisah dan mendorong tindakan ? Hal utama yang harus diingat adalah bahwa tujuan dari semua chart adalah untuk menunjukkan hubungan dalam data Anda. Pikirkan tentang grafik, tabel atau diagram apa yang paling menonjolkan hubungan yang paling sesuai dengan cerita atau pesan yang ingin Anda  sampaikan.


Berita baiknya, ada 9 jenis chart yang dapat Anda gunakan untuk cerita atau pesan dalam presentasi Anda.


Untuk penjelasan kebutuhan chart tersebut, data yang digunakan bukan data yang sebenarnya.


Mari kita bahas satu persatu jenis chart tersebut.


Chart # 1 : Teks Sederhana (Simple Text)


Cole (2015) mengatakan bahwa ketika Anda hanya memiliki satu atau dua angka untuk disajikan, maka penggunaan teks yang sederhana dapat menjadi cara yang bagus untuk penggunaannya dalam presentasi.


Hanya karena Anda memiliki angka tidak berarti Anda memerlukan sebuah grafik.


Pikirkan hanya menggunakan angka dengan membuatnya semenarik mungkin dan ditambahkan beberapa kata pendukung untuk memperjelas maksudnya.


Menempatkan satu atau dua angka dalam tabel atau grafik sederhana tidak membantu banyak dalam menginterpretasikan angka yang disajikan. Ketika Anda memiliki satu atau dua angka yang ingin Anda komunikasikan, maka pikirkan tentang menggunakan angka itu sendiri.


Contoh berikut ini bisa membantu menjelaskannya.

Chart # 2 : Tabel

Chart # 3 : Diagram Garis


Diagram garis paling sering digunakan untuk memplot data kontinyu. Diagram garis menunjukkan perubahan relatif terhadap sesuatu selama periode waktu tertentu. Seringkali, data kontinyu yang digunakan dalam bentuk unit waktu, seperti : hari, bulan, kuartal, atau tahun.


Perhatikan bagaimana temuan yang paling signifikan diarahkan langsung ke pandangan audiens Anda.


Data yang Anda sajikan harus selalu menjadi elemen kunci dari cerita Anda. Contoh nya adalah seperti ditampailkan pada slide di bawah ini.

Dengan menggunakan slide di atas, dalam presentasi Anda dapat mengatakan bahwa “Penjualan cenderung meningkat sejak peluncuran Cloud karena … yang berarti… dan seterusnya…”


Chart # 4 : Diagram Batang


Diagram batang menampilkan hubungan antar variabel, biasanya untuk tujuan perbandingan.


Diagram batang mudah dibaca oleh mata kita.


Mata kita membandingkan point akhir dari diagram batang, sehingga mata kita mudah untuk melihat dengan cepat kategori mana yang terbesar dan kategori mana yang terkecil.


Slide di bawah ini menunjukkan perbandingan penyelesaian proyek kepada audiens dengan menyorot informasi utama yang diberi warna hijau yang kemudian ditambahkan info dan melemahkan informasi yang lain dengan memberikan warna abu-abu.


Selalu gunakan diagram batang dua dimensi, karena penggunaannya memudahkan untuk interpretasi datanya.


Untuk saat-saat ketika Anda yakin audiens Anda akan mendapat manfaat dari melihat kumpulan data yang lebih besar, maka gunakanlah tabel. Tabel menampilkan rincian data yang akan hilang, jika Anda menggunakan grafik.


Penting bagi Anda untuk menyebutkan temuan Anda yang paling signifikan secara visual agar tabel itu menceritakan sebuah cerita atau menggerakkan cerita Anda yang lebih besar lagi.


Perhatikan tabel di bawah ini bagaimana shape yang berwarna biru mendukung pesan yang ditunjukkan dalam judul slide agar audiens Anda langsung membidik informasi penting tersebut.

Chart # 5 : Diagram Donat (Donut Chart)


Diagram donat menunjukkan bagaimana persentase berhubungan satu sama lain secara keseluruhan. Setiap irisan dari diagram donat harus selalu sama dengan 100% dari total.


Slide di bawah ini menceritakan kisah visual tentang apa yang mendominasi kategori tertentu. Ceritanya adalah telepon selular mengubah cara orang berbelanja dan membeli. Diagram donat yang digunakan mendukung cerita atau pesan tersebut.

Penggunaan diagram donat secara visual lebih memudahkan mata untuk membedakan perbedaan dalam segmen linier dari pada area irisan diagram pie yang lebih samar.


Penting untuk diperhatikan bahwa jenis diagram ini hanya dapat digunakan untuk mewakili snapshot dari satu momen waktu tertentu.


Chart # 6 : Diagram Pie


Diagram pie dapat digunakan untuk perbandingan komponen. Perbandingan komponen menunjukkan ukuran setiap komponen sebagai persentase dari total.


Frase penggunaan kata share dari penjualan perusahaan merupakan petunjuk untuk perbandingan komponen.


Contoh slide dibawah ini menunjukkan komponen disusun searah dengan jarum jam yang diawali dengan prosentase terbesar sampai kepada prosentasi yang terkecil. Posisi perusahaan PT ABC menunjukkan share kedua terbesar. Untuk menekankan share PT ABC digunakan warna tertentu dimana komponen lainnya menggunakan warna abu-abu untuk menunjukkan kontras.

Chart # 7 : Peta (Maps)


Peta dapat digunakan untuk menampilkan lokasi, wilayah penjualan, distribusi karyawan, dan pelanggan dalam sebuah presentasi.


Gunakanlah peta untuk menunjukkan lokasi, cabang, dan kota tempat perusahaan Anda aktif. Sebuah peta yang rinci adalah cara terbaik untuk menyajikan dan menyoroti lokasi geografis.


Peta yang terperinci sangat bagus untuk menampilkan wilayah penjualan baik berdasarkan wilayah maupun kode pos.


Anda dapat menggunakan suatu warna tertentu untuk menyoroti wilayah. Slide di bawah ini merupakan contoh penggunaan peta yang menunjukkan lokasi tertentu dengan jumlah penjualan HP. Wilayah yang disorot bisa menggunakan suatu warna tertentu untuk mengarahkan pandangan audiens kepada wilayah tersebut, sementara wilayah yang lain diberi warna yang lemah seperti abu-abu untuk menunjukkan kontras.

Chart # 8 : Grafik Daerah Persegi (Square Area Graph)


Grafik Daerah Persegi dapat digunakan untuk menunjukkan kemajuan dari suatu target atau persentase dari suatu pencapaian. Ada kotak kecil berbentuk segi empat dimana sel berwarna mewakili suatu data tertentu.


Grafik Dearah Persegi dapat terdiri dari satu kategori atau beberapa kategori. Beberapa grafik daerah persegi dapat disatukan untuk menunjukkan perbandingan antara grafik yang berbeda.


Slide di bawah ini menggambarkan suatu cerita dari seorang pemilik restoran yang mengetahui kekuatan pemesanan online. Di dalam slide di bawah ini digunakan sebuah kotak kecil yang mewakili suatu angka tertentu, yaitu 1 % yang diberi suatu warna tertentu. Ada 3 kategori data yang digunakan dalam slide di bawah ini yang menggambarkan 3 grafik yang berbeda.


Jadi, dengan menggunakan grafik daerah persegi, maka Anda dapat menyajikan tampilan yang berbeda ketika Anda ingin menggambarkan suatu pencapaian tertentu dari total keseluruhan sebesar 100 %.

Chart # 9 : Slopegraph


Slopegraphs dapat berguna ketika Anda memiliki dua periode waktu atau point perbandingan dan ingin cepat menunjukkan peningkatan dan penurunan relatif atau perbedaan di berbagai kategori antara dua data.


Cara terbaik untuk menjelaskan penggunaan slopegraph adalah melalui contoh tertentu. Bayangkan Anda sedang menganalisis dan mengkomunikasikan data dari survei mengenai perspektif orang tua dan murid terhadap lima kategori data. Untuk menunjukkan perubahan relatif dalam kategori survei dari orang tua ke murid, slopegraph dapat terlihat seperti slide di bawah ini.

Demikianlah, 9 jenis tampilan visual yang dapat Anda gunakan untuk kebutuhan visualisasi data dalam presentasi Anda.


Untuk presentasi Anda selanjutnya, jangan lupa untuk terlebih dahulu memeriksa insight dari data yang Anda miliki untuk mendukung pesan utama atau cerita yang hendak Anda komunikasikan.


Pertimbangkan chart apa yang akan mendukung cerita Anda. Jangan memasukan data yang tidak relevan ke dalam slide presentasi hanya karena Anda sudah memilikinya.


Tampilkanlah data yang relevan dengan menggunakan chart yang tepat dan simpan sisa data Anda yang tidak relevan dengan pesan atau cerita Anda. Akan tetapi, data tersebut perlu tersedia jika diperlukan. Anda dapat menyimpannya dalam slide lampiran atau materi pendukung lainnya.


Untuk bercerita dengan data, maka penggunaan chart yang tepat akan membantu Anda dalam menyampaikan pesan atau cerita Anda.

 

Penulis :  Erry Ricardo Nurzal

 

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT

 



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     156800 Kali dibaca   

2. 6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual

6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual     by Erry Ricardo Nurzal   Pandemi korona yang terus berlangsung telah memaksa dunia termasuk Indonesia untuk beralih dalam berkomunika


  29 Jun 2020     Vahrun     20945 Kali dibaca   

3. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     16984 Kali dibaca   

4. 3 Dasar Utama Desain Slide Presentasi dan 5 Ide Slide Presentasi Yang Dapat Mengesankan Audiens Anda

3 Dasar Utama Desain Slide Presentasi dan 5 Ide Slide Presentasi Yang Dapat Mengesankan Audiens Anda   by Erry Ricardo Nurzal   Sekalipun kita bukan dilahirkan untuk menjadi seoarang desainer dalam slide presentasi. Namun, merancang sl


  24 Feb 2020     Vahrun     15914 Kali dibaca   

5. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19)

urat EdaranNomor 3 Tahun 2020tentangPencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan PendidikanDalam rangka pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan satuan pendidikan, dengan hormat kami mengimbau Sau


  16 Mar 2020     Vahrun     15324 Kali dibaca