Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

BERITA >> LLDikti Wilayah Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
KEGIATAN LLDIKTI1 >> LLDikti Wilayah Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM)
PENGUMUMAN >> Pedoman Pelaksanaan Program Bantuan UKT/SPP Mahasiswa Semester Gasal T.A 2021/2022
PENGUMUMAN >> Surat Edaran Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021-2022
PENGUMUMAN >> Undangan Workshop Penatausahaan Arsip Aktif dan Inaktif
PENGUMUMAN >> Undangan Kegiatan Jurnal Online LLDikti Wilayah I
BERITA >> Pentingnya Mengangkat Potensi Inovasi dan Kearifan Lokal Melalui Kampus Merdeka
BERITA >> Dharma Wanita LLDikti Wilayah I Gelar Kegiatan Bulanan
BERITA >> 3 Fungsi Penting Judul Slide Untuk Presentasi Bisnis Dengan Pendekatan Storytelling
KEGIATAN LLDIKTI1 >> Dharma Wanita LLDikti Wilayah I Gelar Kegiatan Bulanan

Digitalisasi Inovasi, Upaya Wujudkan Kedaulatan Bangsa melalui Kedaulatan Pangan Berbasis Teknologi


Digitalisasi Inovasi, Upaya Wujudkan Kedaulatan Bangsa melalui Kedaulatan Pangan Berbasis Teknologi

  06 Aug 2021     Humas     160 Kali dibaca   



Digitalisasi Inovasi, Upaya Wujudkan Kedaulatan Bangsa melalui Pembangunan Kedaulatan Pangan Berbasis Teknologi

 

 

Jakarta - Menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-26, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus selalu menjadi mata air yang tidak hanya menyuburkan serta menghidupi masyarakat, tetapi juga turut memajukan industri dan ekonomi demi kemajuan bangsa dan negara. Hal ini disampaikannya pada Webinar Hakteknas 2021 bertajuk "Digitalisasi Inovasi untuk Mendukung Kedaulatan Pangan Indonesia" yang diselenggarakan oleh IPB University, Kamis (5/8).

 

Nizam juga mengatakan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya sumber daya yang unggul, produktif, kreatif, inovatif dan perkembangan inovasi terknologi. Dua hal tersebut sangat kuat dilakukan di perguruan tinggi dikarenakan sesuai dengan visi, misi dan mandat dari perguruan tinggi itu sendiri yaitu mengembangkan sumber daya unggul dan mengembangkan berbagai teknologi yang diharapkan dapat berdampak bagi masyarakat luas.

 

Selanjutnya, Nizam menyebut bahwa pertanian merupakan salah satu sektor basis kekuatan negara. Tidak ada satupun negara maju yang tidak memiliki kedaulatan pangan. Bahkan Amerika yang dikenal sebagai negara industri maju pun sudah lebih dulu dikenal sebagai negara eksportir pangan di dunia. Begitupun Belanda yang dikenal hanya memiliki lahan seluas 7% dari lahan Indonesia, sudah diakui menjadi negara eksportir pangan terbesar ke-2 di dunia.

 

"Oleh karena itu, sangat ironis jika kita Indonesia sebagai negara yang dikenal memiliki lahan yang sangat subur, curah hujan yang selalu ada sepanjang tahun, sinar matahari selalu tersedia sepanjang tahun, tetapi kita masih sangat bergantung pada impor pangan," ucap Nizam.

 

Hingga saat ini, lanjut Nizam, masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih tertarik dengan produk pangan impor dikarenakan kualitasnya yang lebih terjamin. Oleh karena itu, tugas besar bagi Indonesia untuk selalu mengembangkan teknologi pangan sehingga dapat menjamin kualitas dan ketersediaan produk pangan lokal. Nizam pun berharap bahwa hal tersebut bisa diwujudkan melalui tahapan-tahapan yang jelas, progres yang terukur, dengan cara bergotong royong.

 

"Kita harus gelorakan rasa bangga dan cinta akan makanan Indonesia dan kita harus menjadikan buah-buahan atau produk pangan Indonesia 'raja' di negara mereka sendiri, asia, bahkan dunia," tuturnya.

 

Menurut Nizam untuk mewujudkan kedaulatan pangan, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendirian. Tentu diperlukan peranan dari mitra-mitra pertanian yang harus menjadi garda terdepan dan otomatis harus terjamin kesejahteraannya. Hal tersebut tentu akan mempermudah terwujudnya harapan Indonesia untuk menjadi negara sumber ekspor pangan terbesar di dunia atau sekedar dapat diakui di Asia.

 

Dengan program Kampus Merdeka, tentunya ladang penelitian saat ini sangat terbuka lebar dikarenakan hakikat dari Kampus Merdeka itu sendiri adalah 'mengawinkan' antara kampus dengan seluruh lapisan mitra industrinya dalam hal ini masyarakat petani, pelaku bisnis pertanian, maupun pasar, demi terciptanya SDM unggul dan inovasi.

 

Rektor IPB, Arif Satria menyampaikan terdapat banyak sekali inovasi IPB University di bidang pangan, khususnya 'smart farming' dan manajemen lingkungan 4.0. yang telah dihasilkan oleh IPB University, di antaranya menciptakan alat yang dapat mendeteksi kebakaran hutan 6 bulan sebelumnya, alat untuk mengetahui kesehatan padi, alat pemupukan yang presisi, dan masih banyak inovasi lainnya. Ia menambahkan IPB University saat ini memiliki kedudukan yang cukup memuaskan. "Dalam bidang _agriculture_, kita berada di urutan ke-62 di dunia dan urutan ke-10 di Asia setelah perguruan tinggi di China dan Jepang," ungkapnya.

 

Dilansir dari Business Innovation Centre, dari total 1.274 inovasi nasional, 549 inovasi berasal dari IPB. Hal tersebut merupakan hasil dari pengembangan program 'Agro Maritim 4.0: Kontribusi Pemikiran IPB untuk Indonesia' yang dicanangkan sejak 2018 untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi digital sebagai solusi untuk pertanian di masa depan.

 

Arif juga mengarahkan bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut detail dari keberagaman inovasi yang telah IPB University lakukan, dapat mengakses aplikasi IPB Innovation yang juga dapat diunduh secara gratis di Playstore. _Platform_ tersebut nantinya menjabarkan secara detail tentang klasifikasi inovasi yang terdiri dari inovasi 1 hingga inovasi 5 dengan masing-masing fokus sektor. Salah satu sektornya adalah _smart farming_, bahan pangan impor serta obat-obatan herbal, dan lain-lain.

 

Sementara itu, Wakil Rektor IPB University Bidang Inovasi dan Bisnis, Erika Budiatri Laconi mengatakan bahwa penyelenggaraan Hakteknas selalu menjadi momentum bagi anak bangsa untuk menyosialisasikan berbagai hasil rintisan teknologi yang diharapkan selain dapat memberikan solusi dari permasalahan di berbagai sektor juga dapat mendorong kemandirian bangsa serta mengakselarasi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

 

"IPB University pun akan turut berpartisipasi menampilkan 65 inovasi unggulan yang telah diimplementasikan baik secara komersil maupun secara sosial yang terdiri dari berbagai bidang teknologi pangan, teknologi informasi, teknologi komunikasi, dan teknologi lainnya," sambung Erika.

 

IPB University mengajak dosen, peneliti, dan pebisnis agar berkolaborasi secara sinergis untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, agar terwujud inovasi-inovasi di bidang pertanian yang unggul sehingga meningkatkan kepercayaan diri bangsa untuk dapat menghadapi pandemi Covid-19.

 

"Tentunya inovasi-inovasi yang dihasilkan masih akan terus bersifat adaptif seiring berkembangnya waktu dan tergantung kondisi lapangan, serta tidak semua teknologi dapat langsung _direct_ adaptif terhadap masyarakat dikarenakan masih diperlukannya adaptasi di semua kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

 

Humas Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman : www.dikti.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Dikti
E-Magz Google Play : G-Magz



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     156780 Kali dibaca   

2. 6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual

6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual     by Erry Ricardo Nurzal   Pandemi korona yang terus berlangsung telah memaksa dunia termasuk Indonesia untuk beralih dalam berkomunika


  29 Jun 2020     Vahrun     20944 Kali dibaca   

3. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     16982 Kali dibaca   

4. 3 Dasar Utama Desain Slide Presentasi dan 5 Ide Slide Presentasi Yang Dapat Mengesankan Audiens Anda

3 Dasar Utama Desain Slide Presentasi dan 5 Ide Slide Presentasi Yang Dapat Mengesankan Audiens Anda   by Erry Ricardo Nurzal   Sekalipun kita bukan dilahirkan untuk menjadi seoarang desainer dalam slide presentasi. Namun, merancang sl


  24 Feb 2020     Vahrun     15890 Kali dibaca   

5. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19)

urat EdaranNomor 3 Tahun 2020tentangPencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan PendidikanDalam rangka pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan satuan pendidikan, dengan hormat kami mengimbau Sau


  16 Mar 2020     Vahrun     15323 Kali dibaca