Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

PENGUMUMAN >> (REVISI) Undangan Penyerahan Sertifikat Pendidik Dosen PNS DPK dan Dosen Tetap Yayasan
PENGUMUMAN >> Undangan Workshop Tata Kelola Keuangan Perguruan Tinggi
PENGUMUMAN >> Penyampaian Laporan Pencairan Dana Bantuan UKT/SPP Tahun 2020 (Revisi)
PENGUMUMAN >> Usul Pendirian dan Perubahan Perguruan Tinggi Swasta serta Pembukaan Program Studi Tahun 2021
PENGUMUMAN >> Pembaruan Data PDDikti
PENGUMUMAN >> Undangan Pertemuan Klarifikasi
PENGUMUMAN >> Sosialisasi Program Bangkit
KEGIATAN PTS >> Program Internship STIKes Santa Elisabeth Medan ke Jepang Tahun 2020/2021
KEGIATAN PTS >> Program Government to Government (G to G) STIKes Santa Elisabeth Medan
KEGIATAN PTS >> Mahasiswa FP UMSU Juara Dua Kompetisi Bioteknologi Internasional

Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Reka Cipta


Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Reka Cipta

  09 Dec 2020     Vahrun     154 Kali dibaca   



Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Reka Cipta

 

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memperkuat kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang di bidang pengembangan ekosistem reka cipta. Hal ini ditandai dengan seremoni penandatanganan dokumen kerja sama Memorandum of Cooperation (MoC) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda yang dilaksanakan secara virtual (8/12).

 

Mendikbud mewakili Pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang khususnya Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang atas komitmennya untuk memperkuat pengembangan ekosistem reka cipta dan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi digital. Nadiem mengatakan bahwa saat ini Kemendikbud telah melakukan berbagai transformasi kebijakan untuk menjadikan pendidikan tinggi Indonesia mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi secara cepat. “Saat ini Kemendikbud telah melakukan berbagai transformasi kebijakan untuk menjadikan pendidikan tinggi Indonesia mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi secara cepat,” jelasnya.

 

Nadiem menjelaskan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh persamaan tujuan teknologi reka cipta yang dimiliki oleh Indonesia dan Jepang yaitu dalam meningkatkan kualitas SDM yang dapat bersaing secara global. Ia mengatakan saat ini Kemdikbud telah merancang program untuk meningkatkan kerja sama perguruan tinggi dengan mitra industri yang biasa disebut juga “perkawinan massal” perguruan tinggi dengan industri. Kebijakan lainnya adalah membangun ‘digital talent pool’ bagi mahasiswa/I dengan melibatkan perusahaan teknologi global. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang tangkas, fleksibel dan relevan terhadap kebutuhan ekonomi berbasiskan inovasi.

 

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang memiliki program INNO-vation HUB yang telah dikembangkan sejak 2014. Program INNO-vation HUB ini dibuat bertujuan untuk memacu inovasi dengan menciptakan terjadinya perubahan teknologi yang terdisrupsi di Jepang. Program INNO-vation HUB memiliki tujuan untuk mengumpulkan ide-ide unik untuk bisa direalisasikan dan diimplementasikan sebagai bagian dari upaya mempercepat disrupsi teknologi di Jepang. Program ini memiliki relevansi erat dengan kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang telah diluncurkan Mendikbud.

 

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan Kampus Merdeka merupakan suatu konsep yang bertujuan memperkuat lulusan agar dapat siap untuk bekerja, gesit, dan berorientasi masa depan melalui kemitraan yang kuat dengan industri dan membangun ekosistem inovasi antara universitas dan industri. Disinilah diperlukannya kolaborasi atau kerjasama antara sektor pendidikan dan sektor industri dalam menciptakan sebuah reka cipta sehingga dapat meningkatkan produksi dan distribusi di sektor domestik maupun global. Perguruan tinggi dapat menyediakan SDM yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan performa industri di dalam negeri maupun secara global.

 

Nadiem menambahkan saat ini Kemendikbud telah merancang sebuah platform digital yang akan menjadi wadah bertemunya reka cipta/inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Platform ini dinamakan Kedai Reka. Nadiem melanjutkan platform Kedaireka dibuat dalam membangun ekosistem Kampus Merdeka dengan harapan akan menjadi wadah kolaborasi nyata pertemuan antara perguruan tinggi dengan dunia industri sebelum mengajukan hibah Matching Fund. Adapun Matching Fund merupakan bantuan dana yang diberikan untuk melengkapi atau memperkuat sebuah program hilirisasi karya reka cipta perguruan tinggi dengan industri atau investor. Adanya potensi dan peluang yang besar serta kebutuhan dunia industri atas hasil reka cipta perguruan tinggi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

 

“Total dari matching fund yang tersedia saat ini sebanyak 250 miliar. Keuntungan dari matching fund itu sendiri adalah mengurangi potensi kerugian di tahap research and development, menambah jumlah penerima manfaat, menghasilkan produk dengan tingkat kesiapan teknologi yang lebih baik, melibatkan lebih banyak Insan Dikti dalam kolaborasi, serta mendorong terjadinya dialog dan menyusun proposal bersama,” ungkap Nadiem.

 

Dengan disepakatinya kerja sama kerja sama antara Indonesia dan Jepang ini, Nadiem berharap dapat memberikan dampak yang lebih positif bagi SDM dan perkembangan industri kedua negara. “Penandatanganan MOC ini akan menjadi sejarah dalam memperkuat kemitraan dan mengembangkan ekosistem inovasi dengan harapan dapat memberikan kesempatan bagi SDM Indonesia untuk dapat terlibat dalam mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan industri,” pungkasnya.

 

Senada dengan Nadiem, Ryota Takeda selaku Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menyampaikan mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung SDM yang dapat melahirkan inovasi disruptif. Melalui kerjasama yang telah dibangun dimungkinkan untuk bertukar SDM (inventor dan inovator, profesor dan mahasiswa), bekerjasama dalam program sarjana dan pascasarjana, menghubungkan hub jaringan INNO-vation dengan Kedaireka, melibatkan perusahaan dengan universitas, baik dari Indonesia maupun Jepang. Bahkan, beberapa mitra program INNO-vation sudah menerima magang Indonesia dan ada pula yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

 

“Mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung sumber daya manusia yang dapat melahirkan inovasi disruptif,” jelasnya.

 

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     136035 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     15476 Kali dibaca   

3. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19)

urat EdaranNomor 3 Tahun 2020tentangPencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan PendidikanDalam rangka pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan satuan pendidikan, dengan hormat kami mengimbau Sau


  16 Mar 2020     Vahrun     12714 Kali dibaca   

4. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     10497 Kali dibaca   

5. Usulan Bantuan UKT/SPP Tahun 2020

Perihal : Usulan Bantuan UKT/SPP Tahun 2020   Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swastadi Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I   Menindaklanjuti Surat Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Nomor 0702/J5/BP/2020 tanggal 3


  09 Jul 2020     Vahrun     7753 Kali dibaca