Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

PENGUMUMAN >> Undangan Rapat Koordinasi Kebijakan Pendidikan Tinggi Tahun 2021
PENGUMUMAN >> Pembukaan BKD Online Periode Semester Ganjil 2020/2021
PENGUMUMAN >> Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021
PENGUMUMAN >> Pendataan Perguruan Tinggi Penyelenggara Kelas Internasional
PENGUMUMAN >> Sosialisasi Program Bantuan Program Studi Menjadi Model Center of Excellence (CoE)
PENGUMUMAN >> Sosialisasi Bantuan Dana Inovasi Modul Digital (IMD)
PENGUMUMAN >> Sosialisasi Bantuan Dana Inovasi Pembelajaran Digital (IPD)
PENGUMUMAN >> Perubahan Panduan PKMI Tahun 2021
PENGUMUMAN >> Perubahan Pelaksanaan PKM 2021
PENGUMUMAN >> Penawaran Bantuan Dana Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Tahun 2021

Respons Pendidikan Tinggi selama Pandemi Covid-19


Respons Pendidikan Tinggi selama Pandemi Covid-19

  03 Nov 2020     Vahrun     878 Kali dibaca   



Respons Pendidikan Tinggi selama Pandemi Covid-19

 

Jakarta – Pada masa pandemi seperti saat ini, inovasi dalam berbagai bidang sangat dibutuhkan, salah satunya inovasi pada bidang teknologi. Pada acara talkshow bertajuk “Inovasi Teknologi di Masa Pandemi: Solusi untuk Negeri” yang digelar Jumpa.id secara virtual pada Senin (02/11), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, mengatakan bahwa lebih dari 1.000 inovasi yang diciptakan oleh mahasiswa. Inovasi tersebut dituangkan dalam bentuk karya teknologi yang lebih canggih seperti Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI), hingga praktikum secara virtual. Nizam menjelaskan inovasi tersebut bukan hanya menjadi prototipe saja melainkan diproduksi secara massal.

 

Pada kesempatan tersebut, Nizam juga menyampaikan mengenai respons pendidikan tinggi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di bidang ekonomi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merealokasikan anggaran sebesar 1 triliun rupiah untuk membantu para mahasiswa yang orang tuanya terdampak pandemi seperti di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

 

“Terdapat sebanyak kurang lebih 400 ribu mahasiswa dan masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar 2,4 juta. Bukan hanya itu, Kemendikbud bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, untuk membantu penyediaan akses internet secara gratis untuk 8 juta mahasiswa dan dosen, serta kurang lebih 60 juta siswa,” paparnya.

 

Selain itu, upaya penanggulangan Covid-19 di bidang kesehatan juga dilakukan dengan merealokasikan anggaran yang ada untuk membantu Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran. Seluruh Fakultas Kedokteran dari Rumah Sakit Pendidikan itu dimobilisasikan untuk menjadi pusat tes (test center) yang dimanfaatkan untuk menangani tes Covid-19 dan dalam waktu yang singkat dapat melakukan tes untuk 8.000 orang.

 

“Selain itu kami memobilisasikan relawan mahasiswa kesehatan sebanyak kurang lebih 15.000 mahasiswa yang dibentuk menjadi Relawan Covid-19 Nasional (RECON). Para relawan mahasiswa ini membantu dalam hal mitigasi, terutama dalam KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi),” jelasnya.

 

Adapun dalam hal pembelajaran di perguruan tinggi, Nizam mengatakan terdapat sebanyak 4.700 kampus yang ada dan hanya sekitar 200 kampus yang memiliki Learning Management System (LSM) dan 4.500 lainnya tidak memiliki. Lebih dari 3.000 modul telah disiapkan pada laman Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Maka dari itu, bagi para kampus yang belum siap dengan modul pembelajaran daring, maka dapat mengakses laman SPADA sebagai platform untuk berbagi modul pembelajaran dan LSM.

 

“Kami melakukan survei yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari Sabang sampai Merauke dan lebih dari 200 ribu mahasiswa mengisi survei tersebut. Ternyata dalam waktu singkat kampus mampu melakukan transformasi pembelajaran menjadi pembelajaran daring,” ujar Nizam.

 

Selama pembelajaran daring, lanjut Nizam, secara umum mahasiswa dapat menerima materi kuliah dengan baik. Selanjutnya, kendala pembelajaran daring seperti kualitas koneksi tidak memiliki korelasi yang tinggi terhadap capaian pembelajaran mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan dosen tetap membagikan seluruh modul ajarnya kepada mahasiswa, sehingga capaian pembelajarannya tetap baik.


(YH/DZI/FH/DH/NH/MFS/VAL/YJ/ITR)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     140886 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     15814 Kali dibaca   

3. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19)

urat EdaranNomor 3 Tahun 2020tentangPencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan PendidikanDalam rangka pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan satuan pendidikan, dengan hormat kami mengimbau Sau


  16 Mar 2020     Vahrun     13335 Kali dibaca   

4. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     10688 Kali dibaca   

5. 6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual

6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual     by Erry Ricardo Nurzal   Pandemi korona yang terus berlangsung telah memaksa dunia termasuk Indonesia untuk beralih dalam berkomunika


  29 Jun 2020     Vahrun     8727 Kali dibaca