Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

KEGIATAN LLDIKTI1 >> BAHAN NARASUMBER RAKERWIL LLDIKTI WILAYAH I TAHUN 2020
PENGUMUMAN >> Pengumuman Penutupan Penertiban Rekomendasi Pendirian, Perubahan dan Pembukaan Program Studi
PENGUMUMAN >> Undangan Video Conference FGD Manajemen Persiapan Sarana dan Prasarana Kearsipan
PENGUMUMAN >> Undangan Video Conference FGD Pengelolaan Keprotokolan Bagi Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Institut
PENGUMUMAN >> Undangan Video Conference FGD Pengelolaan Keprotokolan Bagi Universitas dan Akademik
PENGUMUMAN >> Undangan Peserta Coaching Clinic Penyusunan Instrumen 9 (Sembikan) Kriteria
KEGIATAN PTS >> STMIK-STIE Mikroskil Sukses Menyelenggarakan Acara Wisuda untuk 772 Wisudawan secara Daring
PENGUMUMAN >> [UPDATE] RAKERWIL LLDikti Wilayah I Tahun 2020 dengan tema "Kampus Merdeka Thn 2021 PTS Sumut Jaya"
PENGUMUMAN >> Permohonan Ijin Melakukan Pengisian Kuesioner dan Wawancara
PENGUMUMAN >> Undangan Sosialisasi Pendaftaran Kedaireka dan Peluang Matching Fund

Tingkatkan Literasi Media, Ditjen Dikti Jalin Kerjasama dengan Maarif Institute


Tingkatkan Literasi Media, Ditjen Dikti Jalin Kerjasama dengan Maarif Institute

  25 Oct 2020     Vahrun     88 Kali dibaca   



Tingkatkan Literasi Media, Ditjen Dikti Jalin Kerjasama dengan Maarif Institute

 

 

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan literasi media untuk mahasiswa dan dosen, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menandatangani naskah nota kesepahaman dengan Maarif Institute for Culture and Humanity. Literasi media merupakan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan merekonstruksi citra di media. Maka, mahasiswa dan dosen dianggap menjadi kelompok yang dapat meningkatkan literasi media.

 

Nota kesepahaman yang dibuat di antara ya memiliki ruang lingkup sebagai berikut: pelatihan literasi media bagi mahasiswa dan dosen, sosialisasi pelatihan literasi media, serta monitoring dan evaluasi pelatihan literasi media. Sebelumnya, kegiatan komunikasi dan kolaborasi sudah kurang lebih 3 bulan dijalankan dan sampailah pada penandatanganan nota kesepahaman. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani, pada acara Penandatanganan MoU antara Ditjen Dikti dengan Maarif Institute, pada Jumat (23/10).

 

Nantinya, ujar Paris, diharapkan kerja sama ini dapat betul-betul dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, menerapkan win-win solution antara Ditjen Dikti dengan Maarif Institute, melakukan implementasi, monitoring, dan evaluasi untuk keberlanjutan serta perbaikan yang terstruktur agar kegiatan kerja sama di masa yang akan datang jauh lebih baik.

 

“Kami titipkan kepada Maarif Institute sebanyak 287 ribu dosen dan 8 juta mahasiswa untuk diberikan literasi tentang media dan agar dapat mempercepat transformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan transformasit ekonomi. Sesuai dengan tagline dari Ditjen Dikti yaitu Kampus Merdeka Indonesia Jaya, dimana diharapkan hal tersebut dapat dilakukan bersama-sama,” tuturnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Dei Sudarmo selaku Staf Khusus Mendikbud menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa karena terciptanya kerja sama antara Ditjen Dikti dengan Maarif Institute. “Hal ini merupakan milestone kerja sama dan sinergi antara Ditjen Dikti dengan Maarif Institute. Atas pencapaian ini, diharapkan kita dapat bekerja lebih erat lagi,” ungkapnya.

 

Direktur Program Maarif Institute, Khelmy menyampaikan permasalahan literasi media yang terjadi saat ini diakibatkan oleh kurangnya informasi dan solusi yang tersedia, sehingga tantangan hoaks semakin komplek sementara belum ada panduan kurikulum dan materi yang tersedia pun belum memadai. Selain itu, sebagian besar literasi media disajikan dalam bentuk kelas yang berdampak pada keterbatasan masyarakat untuk mengakses materi-materi tersebut. Hal ini juga diperburuk dengan peningkatan konsumsi konten internet yang negatif, dan tidak diiringi dengan literasi digital atau literasi informasi.

 

Khelmy menyampaikan melalui kerjasama Program Tular Nalar, Maarif Institute berharap dapat menularkan nalar yang baik dan meningkatkan literasi digital di masyarakat. Program ini ditujukan kepada 26.700 guru, dosen, dan mahasiswa calon guru dalam bentuk daring dan luring selama 1,5 tahun dimana para peserta program diberikan materi pelajaran terkait pemikiran kritis dan literasi media berupa seminar, pelatihan, talkshow radio, video, modul, assessment, serta platform pembelajaran yang dapat diakses secara gratis.

 

“Program ini yang nantinya akan Maarif Institute kombinasikan dengan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) yang sudah dimiliki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan akan berjalan di 23 kota. Harapannya, peserta program ini memiliki kompetensi pribadi mengenai literasi digital, bisa merespon situasi dan hoaks, dan terakhir memiliki suatu ketahanan yang luar biasa terhadap dirinya atau bahkan bisa berdampak pada lingkungan sekitarnya atau menjadi agent of change,” tuturnya.

 

Suyoto Selaku Bendahara Yayasan Ahmad Syafi’i Maarif dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa terdapat 4 modal yang harus dimiliki dalam berbangsa dan bernegara yaitu fiskal, natural, human capital, dan social capital. Saat ini, dunia digital berhubungan langsung dengan 2 modal yang besar yaitu human capital serta manusia sekaligus. Selain itu, perlu adanya moralitas dalam penggunaan dunia digital di masa sekarang ini. Tanpa adanya dua modal yang kuat yaitu human capital dan manusia, sebuah bangsa tidak akan produktif dalam membangun bangsa dan negara serta melakukan pembangunan berkelanjutan.

 

“Dunia digital jika dimasukan nilai-nilai keagamaan yang positif dan juga melakukan kolaborasi, kerjasama, dan gotong royong saya yakin kecepatan hoaks atau ujaran kebencian itu akan bisa ditandingi minimal dikurangi, oleh karenanya saya berterima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Maarif Institute, dan Google atas kerjasama ini,“ pungkasnya.
(YH/DZI/FH/DH/NH/MFS/VAL/YJ/ITR)

 

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     129279 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     15180 Kali dibaca   

3. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19)

urat EdaranNomor 3 Tahun 2020tentangPencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan PendidikanDalam rangka pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan satuan pendidikan, dengan hormat kami mengimbau Sau


  16 Mar 2020     Vahrun     11312 Kali dibaca   

4. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     10209 Kali dibaca   

5. Usulan Bantuan UKT/SPP Tahun 2020

Perihal : Usulan Bantuan UKT/SPP Tahun 2020   Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swastadi Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I   Menindaklanjuti Surat Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Nomor 0702/J5/BP/2020 tanggal 3


  09 Jul 2020     Vahrun     6953 Kali dibaca