Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

PENGUMUMAN >> Informasi Lomba dalam Memeriahkan HUT ke-76 RI
PENGUMUMAN >> Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi CPNS 2021
PENGUMUMAN >> Statistika Ria dan Festival Sains Data
PENGUMUMAN >> Technical Meeting KNMIPA PT Tingkat Nasional 2021
BERITA >> Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M
BERITA >> Pesan Presentasi Sistematis : 7 Langkah Menyusun Pesan Presentasi Yang Memukau Bagi Audiens Anda
PENGUMUMAN >> Permohonan Katalog Produk Inovasi Perguruan Tinggi
BERITA >> Webinar "Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UISU"
PENGUMUMAN >> Pembekalan Duta Kampus Merdeka
PENGUMUMAN >> Pengumuman Seleksi CPNS 2021

Konsep Kampus Merdeka Sinergikan Kebutuhan Perguruan Tinggi dan Industri


Konsep Kampus Merdeka Sinergikan Kebutuhan Perguruan Tinggi dan Industri

  15 Aug 2020     Vahrun     803 Kali dibaca   



Konsep Kampus Merdeka Sinergikan Kebutuhan Perguruan Tinggi dan Industri

 

 

Jakarta- Nizam menjelaskan revolusi industri membuat disrupsi pada dunia kerja. Hal ini dilihat dari berbagai lapangan pekerjaan yang hilang namun muncul lapangan pekerjaan baru yang bahkan kita belum tahu bentuk konkretnya akan seperti apa. "Revolusi Industri membuat berbagai pekerjaan hilang tergantikan oleh mesin-mesin cerdas. Sehingga fokus kita bersama selaku tenaga pendidik untuk mempersiapkan mahasiswa pada keadaan di masa yang akan datang," tuturnya.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada webinar bertema "Kerjasama Academic, Business, and Government (ABG) dalam Mewujudkan Kampus Merdeka" yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB Sumatera Utara, Sabtu (15/8).

 

Menurut Nizam, kurikulum yang dibentuk oleh perguruan tinggi ada yang belum sejalan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Sehingga muncul broken link antara industri dan perguruan tinggi. Inilah kemudian yang membuat individual learning pada revolusi pendidikan menjadi suatu kebutuhan dengan fokus pada student centered learning.

 

"Industri mungkin merasa selama ini lulusan perguruan tinggi tidak sejalan dengan kompetensi yang diharapkan, sehingga muncul broken link dalam rantai pendidikan yang ada. Kemudian muncul individual learning pada revolusi pendidikan yang kini menjadi kebutuhan. Jika perguruan tinggi ada hanya untuk pengetahuan semata, mahasiswa kini dapat mencari di berbagai sumber online yang tersebar luas. Sehingga pada akhirnya peran Perguruan Tinggi akan hilang. Konsep student centered learning membuat dosen dapat fokus pada mahasiswa yang memiliki garis tangannya masing-masing," papar Nizam.

 

Pembentukan program studi baru yang mendukung kebutuhan kerja juga sebagai langkah awal yang baik. Nizam mencontohkan dengan pembuatan program studi berfokus pada sawit, bakau, kakao, bahkan artificial intelligence akan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dimasa yang akan datang. selain itu juga salah satu program Kampus Merdeka adalah hak belajar tiga semester di luar program studi dinilai sangat cocok untuk memberikan pencerahan kepada mahasiswa terkait dunia kerja yang sesungguhnya.

 

"Hak belajar di luar program studi, seperti halnya dilapangan, sangat membantu mahasiswa dalam kemampuan analisis dan penyelesaian masalah yang lebih nyata dan konkret dibandingkan belajar di kelas melalui materi yang dipaparkan dosen. Selain itu juga pembelajaran ini akan terhitung SKS karena mahasiswa dapat pembelajaran softskill juga hardskill sekaligus. Tentu dalam pelaksanaan tetap dengan bimbingan dosen. Pada akhirnya, baik mahasiswa, perguruan tinggi, maupun industri akan sama-sama memperoleh manfaat," jelas Nizam.

 

Di akhir webinar, Nizam berpesan agar semangat gotong royong dalam menyukseskan pendidikan Indonesia harus terus dilakukan.

 

"Semangat gotong royong dalam menyukseskan pendidikan harus terus digelorakan. Layaknya panjat pinang dalam kompetisi 17 Agustusan dimana orang-orang saling membantu untuk memperoleh kesuksesan bersama," pesan Nizam.
(YH/RMB/DZI/FH/DH/NH)

 

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     151688 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     16652 Kali dibaca   

3. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19)

urat EdaranNomor 3 Tahun 2020tentangPencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan PendidikanDalam rangka pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan satuan pendidikan, dengan hormat kami mengimbau Sau


  16 Mar 2020     Vahrun     14669 Kali dibaca   

4. 6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual

6 Fitur Zoom Yang Perlu Anda Ketahui Untuk Membuat Audiens Anda Terlibat Dalam Presentasi Virtual     by Erry Ricardo Nurzal   Pandemi korona yang terus berlangsung telah memaksa dunia termasuk Indonesia untuk beralih dalam berkomunika


  29 Jun 2020     Vahrun     13403 Kali dibaca   

5. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     11281 Kali dibaca