Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

KEGIATAN PTS >> Universitas Harapan Medan tandatangani Memorandum of Understanding dengan Universiti Utara Malaysia
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Pelatihan Soft Skill Bersama PT. Indosat, TBK
KEGIATAN PTS >> WORKSHOP DAN KULIAH TAMU Di STIKes SENIOR MEDAN OLEH BAPAK DR.KUSNANTO,SKP.M.KES
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Kuliah Umum Dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sumatera Utara
KEGIATAN PTS >> Siswa SMA Antusias Kunjungi Stand UISU di Pameran Pendidikan Tinggi di Ringroad City Walk
PENGUMUMAN >> Penerapan Sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN)
PENGUMUMAN >> Acara "Silaturahmi dan FGD" Pimpinan PT Sumut dengan Anggota DPR RI Komisi X
BERITA >> Kampus Merdeka: Pembelajaran Luar Prodi di Bawah Pengawasan Dosen
BERITA >> Perguruan Tinggi Fasilitasi Pemenuhan Masa dan Beban Belajar di Luar Prodi
PENGUMUMAN >> Data pembuatan kontrak antara LLDikti dengan PTS Penerima Pendanaan Penelitan dan Pengabdian

Seleksi CPNS Targetkan Aparatur Negara yang Cerdas Berkarakter


Seleksi CPNS Targetkan Aparatur Negara yang Cerdas Berkarakter

  06 Feb 2020     Vahrun     202 Kali dibaca   



Jakarta, Kemendikbud --- Seleksi kompetensi dasar (SKD) merupakan ujian tahap pertama yang harus dilalui oleh peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), termasuk CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). SKD terdiri dari 100 soal yang terdiri dari tiga jenis tes, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (30 soal), Tes Intelegensia Umum (35 soal), dan Tes Karakteristik Pribadi (35 soal). Ketiga jenis tes tersebut bertujuan untuk menghasilkan aparatur negara yang cerdas dan berkarakter Pancasila.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) meliputi penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa Indonesia. Tes Intelegensia Umum (TIU) meliputi penilaian kemampuan verbal atau menyampaikan informasi lisan dan tulisan, kemampuan numerik, dan kemampuan figural. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) meliputi penilaian tentang pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, dan profesionalisme.

Memasuki hari keempat pelaksanaan SKD CPNS Kemendikbud, Panitia Pelaksana SKD Kemendikbud, Hanjar Basuki mengatakan, nilai yang diperoleh para peserta cukup tinggi dan melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan.

“Saya harapkan peserta tetap semangat, karena kalau dilihat dari tren nilai yang sudah ikut SKD, rata-rata nilainya cukup bagus dibanding dengan tahun sebelumnya. Jadi mungkin pesannya supaya tetap senang, semangat, dan jangan lupa belajar terus,” ujar Hanjar di sela-sela pelaksanaan SKD di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Salah satu peserta seleksi CPNS Kemendikbud, Nurul Amalia Putri mengatakan, kesulitan atau kemudahan dalam mengerjakan soal SKD tergantung pada diri masing-masing. “Alhamdulillah tadi dilancarkan,” ujar Nurul yang sudah dua kali mengikuti seleksi CPNS itu. Ia berhasil mendapatkan nilai SKD lebih dari 300, melebihi nilai ambang batas. Nilai tersebut langsung bisa dilihatnya usai mengerjakan soal-soal SKD yang menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Tujuannya mengikuti seleksi CPNS adalah agar bisa berkontribusi untuk negara. “ASN bisa jadi contoh untuk generasi muda Indonesia agar ikut aktif dalam kegiatan pemerintah,” tutur gadis berjilbab yang mendaftar untuk formasi Analis Kepegawaian itu.

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana mengatakan, SKD merupakan tes dasar yang dilakukan untuk melihat kemampuan dasar peserta seleksi CPNS. Diharapkan, dari SKD ini dapat disaring calon aparatur sipil negara (ASN) yang cerdas. “Karena situasi globalnya sekarang sudah kompleks. Mereka harus hidup mengatasi masalah-masalah Indonesia di masa depan. Jadi kalau tidak cerdas akan sulit mereka melakukan pekerjaannya dan membantu negara ini jadi lebih makmur dan sejahtera. Kecerdasan itu kita lihat dari Tes Intelegensia Umum,” tutur Bima saat meninjau pelaksanaan SKD CPNS Kemendikbud di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (4/2/2020).        
 
Namun kecerdasan saja tidak cukup. Bima mengatakan, seleksi CPNS juga diharapkan dapat menghasilkan CPNS/ASN yang cocok memiliki karakter sebagai pelayan masyarakat. Hal itu dites melalui Tes Karakteristik Pribadi. “Nanti tetap harus ada diklat-diklat yang menunjang pembentukan karakter di kemudian hari. Tapi dr sisi awal saja kita bisa mengetahui karakternya pas tidak jadi PNS? Pas tidak melayani? Cukup sabar tidak dalam mendengar keluhan masyarakat? Ketahanan mentalnya bagaimana?,” ujarnya.

Kemudian melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), peserta seleksi CPNS diuji karakternya dalam memahami keberagaman Indonesia. Menurut Bima, seorang ASN harus mampu melayani masyarakat dengan keberagaman yang tinggi. Itulah yang menjadi dasar mengapa TWK penting untuk dilaksanakan. “Kita bukan negara yang seragam, dan melayani keberagaman itu tidak mudah. Melayani orang Papua akan berbeda dengan melayani orang Aceh. Jadi pemahaman mereka akan keberagaman itu penting. Ternyata banyak yang gagal dari situ (TWK). Mereka pandai, cum laude, tapi wawasan kebangsaannya terbatas,” katanya. Karena itu Bima menekankan, dalam SKD, tiga jenis tes tersebut sangat penting untuk menjadi penilaian dasar dalam mencari CPNS yang cerdas berkarakter. (Desliana Maulipaksi).  


FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     80454 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     12734 Kali dibaca   

3. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     5553 Kali dibaca   

4. Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018

Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018 Hari : Kamis s.d. Jumat Tanggal : 23 s.d. 24 Agustus 2018 Tempat : LePolonia Hotel & Convention Medan Download BAHAN Bahan 1 Bahan 2


  23 Aug 2018     Vahrun     4382 Kali dibaca   

5. Pemberitahuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018

Perihal : Pemberitahuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara Bersama ini kami sampaikan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidik


  28 Jan 2019     Vahrun     3455 Kali dibaca