Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

KEGIATAN PTS >> Universitas Harapan Medan tandatangani Memorandum of Understanding dengan Universiti Utara Malaysia
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Pelatihan Soft Skill Bersama PT. Indosat, TBK
KEGIATAN PTS >> WORKSHOP DAN KULIAH TAMU Di STIKes SENIOR MEDAN OLEH BAPAK DR.KUSNANTO,SKP.M.KES
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Kuliah Umum Dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sumatera Utara
KEGIATAN PTS >> Siswa SMA Antusias Kunjungi Stand UISU di Pameran Pendidikan Tinggi di Ringroad City Walk
PENGUMUMAN >> Penerapan Sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN)
PENGUMUMAN >> Acara "Silaturahmi dan FGD" Pimpinan PT Sumut dengan Anggota DPR RI Komisi X
BERITA >> Kampus Merdeka: Pembelajaran Luar Prodi di Bawah Pengawasan Dosen
BERITA >> Perguruan Tinggi Fasilitasi Pemenuhan Masa dan Beban Belajar di Luar Prodi
PENGUMUMAN >> Data pembuatan kontrak antara LLDikti dengan PTS Penerima Pendanaan Penelitan dan Pengabdian

Menristek/BRIN Dorong Inggris dan Mitra Internasional Potensial untuk Ajukan Kerja Sama Riset


Menristek/BRIN Dorong Inggris dan Mitra Internasional Potensial untuk Ajukan Kerja Sama Riset

  05 Feb 2020     Vahrun     108 Kali dibaca   



Menristek/BRIN Dorong Inggris dan Mitra Internasional Potensial untuk Ajukan Kerja Sama Riset dan Inovasi antar Pemerintah (Government to Government: G to G)

Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 24/SP/HM/BKKP/II/2020


Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/KaBRIN), Bambang PS Brodjonegoro memastikan waktu untuk mendapatkan perizinan penelitian asing (foreign research permit) menjadi lebih singkat, sederhana dan progresif. Saat ini izin penelitian asing sudah sepenuhnya dilakukan secara online melalui situs https://frp.ristekbrin.go.id/. Izin penelitian (riset) untuk mitra internasional ini dapat diperoleh selama maksimal lima belas (15) hari sebelum peneliti asing tersebut datang di Indonesia. Lebih lanjut, izin penelitian (riset) asing dapat direkomendasikan lebih cepat apabila sudah ada kerjasama bilateral antar pemerintah dari negara peneliti asing tersebut dalam kerangka kerjasama bilateral (government to government atau G to G), demikian ungkap Menristek/KaBRIN.


“Prosedur sebelum keberangkatan sekarang membutuhkan maksimal dua minggu atau dengan periode 9 hingga 15 hari. Di beberapa negara lain bahkan bisa mencapai beberapa minggu atau beberapa bulan untuk bisa mendapatkan izin penelitian. Kemenristek/BRIN sudah mengakomodir masukan-masukan positif maupun negatif atas pelayanan izin penelitian asing, sehingga kami berupaya menyederhanakannya dan mempercepat waktu prosesnya. Kami meyakini bahwa perbaikan pelayanan izin penelitian asing yang lebih cepat dan efisien dapat dilakukan karena mekanisme dan prosedur pengeluaran izin penelitian asing saat ini seratus persen di bawah kontrol kementerian kami,” papar Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro di hadapan Duta Besar Inggris Owen Jenkins saat Science Attache Group Meeting di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Pusat pada Rabu (5/2).


Menteri Bambang diundang untuk memberikan paparan tentang kebijakan terkait perizinan penelitian asing dari Kemenristek/BRIN kepada para anggota Science Attache Group yang terdiri dari para atase pendidikan dari Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar Australia, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kedutaan Besar Perancis, Kedutaan Besar Jerman, Kedutaan Besar Belanda, Kedutaan Besar Irlandia, dan Kedutaan Besar Selandia Baru.


Dalam kesempatan ini Menteri Bambang menjelaskan prosedur pengajuan permohonan izin penelitian asing dapat berjalan lebih cepat, selama pemerintah dari negara peneliti mengadakan perjanjian kerja sama bilateral antar pemerintah. Salah satu contoh kerja sama G to G antara Indonesia dengan Inggris yang perizinan risetnya cepat adalah kerja sama Newton Fund.


“Newton Fund adalah kolaborasi peneliti di Indonesia dan peneliti, universitas, atau institut riset dari Inggris. Apabila sudah tercatat sebagai penerima Newton Fund, mereka tidak perlu khawatir tentang izin riset karena mereka sudah secara formal tercatat melalui kolaborasi G to G,” ungkap Bambang Brodjonegoro.


Menteri Bambang juga menyebutkan proses perizinan yang lebih cepat ini dapat dilakukan karena dalam kerja sama G to G di bidang riset Kemenristek/BRIN dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab dalam kerja sama tersebut adalah pihak yang dapat dipercaya.


“Sama juga dengan Program Nusantara, kolaborasi riset antara Indonesia dan Perancis, Anda tidak perlu khawatir tentang izin ini karena kami sudah tahu siapa saja yang terlibat baik dari Indonesia maupun Perancis yang dikoordinasikan oleh Kementerian kami atau institusi yang ditunjuk. Juga dengan kerja sama Australia – Indonesia yang sudah berjalan cukup lama, kami akan memperhatikan proses perizinan penelitian asingnya. Setiap kolaborasi yang dibuat dengan dukungan dari salah satu pemerintah pada dasarnya akan dimudahkan oleh kementerian kami. Contoh paling terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat, antara beberapa universitas di Indonesia dan beberapa universitas di Amerika dimulai dari MIT – Indonesia Research Alliance (MIRA) sudah termasuk dalam kolaborasi bersama dalam riset yang didukung oleh pemerintah,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.


Lebih lanjut, Menristek/KaBRIN membuka kesempatan kepada pihak kedutaan yang telah melaksanakan kerja sama G to G dalam bidang riset untuk terbuka memberikan masukan, apabila ada hambatan dalam pelaksanaan riset dan pergerakan peneliti selama melaksanakan riset di seluruh Indonesia.


“Apabila ada masalah dalam kolaborasi ini Anda dapat memberi tahu kami karena ini tanggung jawab kami untuk memastikan semuanya lancar dalam melaksanakan penelitian di Indonesia dan juga tentang pergerakan peneliti di antara dua negara,” jamin Menteri Bambang.


Turut hadir dalam kesempatan ini Duta Besar Inggris Owen Jenkins dan atase pendidikan maupun perwakilannya dari Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar Australia, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kedutaan Besar Perancis, Kedutaan Besar Jerman, Kedutaan Besar Belanda, Kedutaan Besar Irlandia, dan Kedutaan Besar Selandia Baru.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN


FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     80454 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     12734 Kali dibaca   

3. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     5553 Kali dibaca   

4. Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018

Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018 Hari : Kamis s.d. Jumat Tanggal : 23 s.d. 24 Agustus 2018 Tempat : LePolonia Hotel & Convention Medan Download BAHAN Bahan 1 Bahan 2


  23 Aug 2018     Vahrun     4382 Kali dibaca   

5. Pemberitahuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018

Perihal : Pemberitahuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara Bersama ini kami sampaikan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidik


  28 Jan 2019     Vahrun     3455 Kali dibaca