Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

KEGIATAN PTS >> Universitas Harapan Medan tandatangani Memorandum of Understanding dengan Universiti Utara Malaysia
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Pelatihan Soft Skill Bersama PT. Indosat, TBK
KEGIATAN PTS >> WORKSHOP DAN KULIAH TAMU Di STIKes SENIOR MEDAN OLEH BAPAK DR.KUSNANTO,SKP.M.KES
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Kuliah Umum Dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sumatera Utara
KEGIATAN PTS >> Siswa SMA Antusias Kunjungi Stand UISU di Pameran Pendidikan Tinggi di Ringroad City Walk
PENGUMUMAN >> Penerapan Sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN)
PENGUMUMAN >> Acara "Silaturahmi dan FGD" Pimpinan PT Sumut dengan Anggota DPR RI Komisi X
BERITA >> Kampus Merdeka: Pembelajaran Luar Prodi di Bawah Pengawasan Dosen
BERITA >> Perguruan Tinggi Fasilitasi Pemenuhan Masa dan Beban Belajar di Luar Prodi
PENGUMUMAN >> Data pembuatan kontrak antara LLDikti dengan PTS Penerima Pendanaan Penelitan dan Pengabdian

Mendikbud: Perguruan Tinggi Harus Lebih Inovatif, Adaptif dan Lincah Menyesuaikan Kebutuhan


Mendikbud: Perguruan Tinggi Harus Lebih Inovatif, Adaptif dan Lincah Menyesuaikan Kebutuhan

  27 Jan 2020     Vahrun     36 Kali dibaca   



Mendikbud: Perguruan Tinggi Harus Lebih Inovatif, Adaptif dan Lincah Menyesuaikan Kebutuhan


Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meyakini bahwa perguruan tinggi memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia. Menurutnya, setelah meraih gelar sarjana, para lulusan S-1 akan langsung menghadapi tantangan di dunia kerja.


"Maka inilah saatnya kita tingkatkan kualitas lulusan S-1 kita," ajak Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menjelaskan tentang kebijakan "Merdeka Belajar:Kampus Merdeka" di Auditorium Dikti, Gedung D Lantai 2, Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2019).


Mendikbud mengatakan, sebagai ujung tombak penyiapan SDM, sudah semestinya perguruan tinggi terus bergerak dan berbenah dalam memperkuat bekal para sarjana di Indonesia sesuai dengan perkembangan zaman.


"Perguruan tinggi harus lebih cepat berinovasi dibandingkan jalur pendidikan lainnya karena harus adaptif dan berubah dengan lincah menyesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja," tutur Nadiem.


Dikatakan Mendikbud, inovasi dalam pembelajaran dan pengabdian masyarakat adalah tujuan utama pendidikan tinggi. Inovasi hanya bisa terjadi di dalam suatu ekosistem yang tidak dibatasi.


"Solusinya adalah kita dukung kolaborasi antara universitas dengan berbagai pihak di luar kampus untuk menciptakan prodi-prodi baru. Melalui kebijakan ini, perguruan tinggi yang memiliki akreditasi A dan B dapat mengajukan prodi baru jika ada kerja sama dengan organisasi dan/atau QS top 100 World Universities," tutur Mendikbud.


"Artinya untuk perguruan tinggi dengan akreditasi A dan B tidak perlu lagi melalui perizinan prodi di kementerian, asal mereka bisa membuktikan telah melakukan kerja sama dengan perusahaan kelas dunia, organisasi nirlaba seperti PBB, Bank Dunia, USAID, BUMN, BUMD, Top 100 World Universities berdasarkan QS ranking," tambah Nadiem.


Sebagai catatan, prodi baru yang diusulkan tersebut bukan di bidang kesehatan, dalam hal ini pendidikan kedokteran, farmasi, kebidanan, kesehatan masyarakat, dan jurusan-jurusan kesehatan lainnya.


Ditambahkan Mendikbud, kebijakan pemberian otonomi untuk membuka prodi baru ini sebagai upaya untuk menyediakan kurikulum yang lebih prioritas untuk dikuasai oleh mahasiswa Indonesia. "Kita dorong upaya link and match antara bekal keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan industri sehingga lebih bisa bersaing di panggung dunia," ucapnya.


Antusiasme Perguruan Tinggi


Menyambut arahan Mendikbud, Rektor Universitas Halu Oleo, Muhammad Zamrun, optimistis pihaknya dapat menjalankan kebijakan tersebut. Dengan kebijakan baru Kampus Merdeka ini, maka perguruan tinggi diberi keleluasaan untuk bekerjasama dengan NGO (Non Government Organization) dan perusahaan.


"Dalam waktu dekat kami akan menyusun program kerja. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga, universitas lebih mudah membuka prodi baru," tutur Zamrun.


Senada dengan itu, Dekan Seni Rupa Intitut Kesenian Jakarta (IKJ), Indah Tjahtjawulan menyatakan antusiasmenya. Kampusnya akan lebih mudah membuka prodi yang sesuai dengan kebutuhan industri.


"Selama ini pembukaan prodi baru memakan waktu dalam aspek administratif seperti pengumpulan dokumen, padahal pembukaan prodi baru di universitas kami sifatnya juga mendesak menyesuaikan dengan kebutuhan industri," ungkap Indah.


Indah mengakui adanya tantangan yang cukup besar dalam menjalin kemitraan tersebut. "Membuat kesepakatan yang tepat dan cocok dalam jangka panjang dengan pihak ketiga adalah tugas yang harus segera diselesaikan," kata Indah.


Gotong royong Majukan Pendidikan Tinggi


Mendikbud Nadiem menjelaskan bahwa kerja sama perguruan tinggi dengan organisasi harus mencakup penyusunan kurikulum, praktik kerja, dan penyerapan lapangan kerja. Kementerian akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. Jika bisa dibuktikan ada kerja sama yang nyata dan riil antara kedua belah pihak, prodi baru tersebut otomatis akan mendapatkan akreditasi C dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).


Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan Mendikbud dapat menumbuhkembangkan semangat dan kepedulian seluruh civitas akademik dan dunia industri untuk maju bersama membangun kualitas SDM Indonesia.


"Lulusan S-1 yang berkualitas adalah hasil gotong royong seluruh aspek bukan hanya perguruan tinggi yang bertanggung jawab, melainkan perusahaan juga terlibat dalam kurikulum, magang, dan rekrutmen," tutur Mendikbud.


"Saya berharap setelah ini akan terbuka pertemuan antara para rektor, dekan, dosen, dan industri untuk membicarakan teknis program yang akan dilakukan untuk menjalankan kebijakan kampus merdeka ini," tambahnya.


Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/


FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow  Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT



Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     80454 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     12734 Kali dibaca   

3. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     5553 Kali dibaca   

4. Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018

Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018 Hari : Kamis s.d. Jumat Tanggal : 23 s.d. 24 Agustus 2018 Tempat : LePolonia Hotel & Convention Medan Download BAHAN Bahan 1 Bahan 2


  23 Aug 2018     Vahrun     4382 Kali dibaca   

5. Pemberitahuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018

Perihal : Pemberitahuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara Bersama ini kami sampaikan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidik


  28 Jan 2019     Vahrun     3455 Kali dibaca