Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara

INFORMASI

KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Studi Banding Ke PJK USU
PENGUMUMAN >> Batas akhir unggah Luaran Wajib, Luaran Tambahan, Laporan Kemajuan Penelitian Tahun Jamak
KEGIATAN LLDIKTI1 >> LLDIKTI Wilayah I Gelar Sosialisasi Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Skema A
KEGIATAN PTS >> MAHASISWA EKA PRASETYA JUARA 3 OLIMPIADE AKUNTANSI
PENGUMUMAN >> Pemanggilan Dosen PNS Dpk
KEGIATAN PTS >> Universitas Al Azhar Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pantai Mangrove
PENGUMUMAN >> Revisi Undangan Persentasi Studi Lanjut Bagi Para Dosen
KEGIATAN PTS >> ULB Gelar Seminar Nasional Anti Korupsi KPK RI "Kita Vs Korupsi"
KEGIATAN PTS >> Politeknik Ganesha Medan Sukses Selenggarakan SEMANTIKA 2!
PENGUMUMAN >> Revisi Pembayaran Dana Penelitian

Menristekdikti Harapkan Smart Library Rumah Ilmu Unnes Menjadi...


Menristekdikti Harapkan Smart Library Rumah Ilmu Unnes Menjadi...

  29 Oct 2019     Vahrun     254 Kali dibaca   



Menristekdikti Harapkan Smart Library Rumah Ilmu Unnes Menjadi Tulang Punggung Pengembangan E-Learning

SiaranPersKemenristekdikti
Nomor : 197/SP/HM/BKKP/IX/2019


Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Gedung Smart Library Rumah Ilmu dan Pusat Unggulan Iptek Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Gedung Perpustakaan Unnes pada Jumat 27 September 2019. Menteri Nasir berharap Smart Library Unnes dapat menjadi tulang punggung pengembangan E-Learning.


“Di era revolusi industri 4.0, e-learning atau proses pembelajaran secara daring akan semakin berkembang dengan pesat. Dengan ‘e-learning’, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia bisa didorong lebih tinggi dari APK saat ini (34,58). Saya berharap Smart Library Rumah Ilmu Unnes dapat menjadi tulang punggung pengembangan e-learning,” ujar Menristekdikti.


Menteri Nasir mengungkapkan untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi Indonesia secara signifikan, salah satu solusinya adalah pendidikan jarak jauh (distance learning) dengan proses pembelajaran secara daring (e-learning). Kolaborasi dengan perguruan tinggi kelas dunia dibutuhkan untuk menghasilkan sistem pendidikan jarak jauh yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.


“Saya sedang menyiapkan bagaimana kuliah yang berdasarkan e-learning menjadi solusi permasalahan geografis Indonesia yang begitu luas, sehingga APK Pendidikan Tinggi Indonesia bisa meningkat tajam. Kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri sangat penting untuk pengembangan pendidikan jarak jauh di Indonesia, agar dapat bersaing di level dunia,” tutur Nasir.


Menristekdikti menambahkan Smart Library yang dibangun dalam konsep Revolusi Industri 4.0 ini harus benar-benar dibangun bagaimana kedepannya dalam era disruptif inovasi tidak tergantung oleh satu tempat tertentu. Perpustakaan di era disruptif harus mengikuti konsep ‘digital life’ dimana kita bisa mengakses dimanapun dan kapanpun hanya dengan satu gadget.


Dengan Smart Library ini harapannya mahasiswa dan dosen bisa mengakses dengan mudah dan tidak harus datang ke perpustakaan lagi, sehingga kampus tidak akan lagi membutuhkan ruang yang besar.


“Paling tidak nanti disediakan satu studio untuk para dosen membuat kuliah daring nya. Bangunan semegah ini jangan sampai jadi museum, harus betul-betul menjadi aktifitas. Rumah ilmu harus benar-benar terwujud di Unnes. Dengan Smart Technology yang dimiliki, Smart Library pun akan terwujud dengan baik dan ini akan menjadi investasi besar, konsep nya sederhana yaitu bagaimana Unnes menjadi LPTK termodern di Indonesia. Kalau sudah modern artinya kita sudah menstandarisasi diri sesuai dengan LPTK dunia,” tutur Nasir.


Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman mengatakan bahwa gedung rumah ilmu ini merupakan pusat unggulan Unnes. Dinamakan Rumah Ilmu adalah karena Unnes di dalam segala aktivitasnya berbasis ilmu sesuai dengan konsep Menristekdikti bahwa di dalam perguruan tinggi ilmu tidak boleh diam tetapi harus mengalir dan ilmu harus dihilirkan menjadi inovasi dan kegiatan-kegiatan yang bermuara pada kemaslahatan masyarakat.


“Alhamdulillah Unnes bisa membangun gedung ini berkat kebijakan bapak Menteri yang memberikan ruang terbuka bagi perguruan tinggi untuk memanfaatkan dana masyarakat melalui jalur mandiri, jalur mandiri ini memberikan kesempatan bagi orang tua yang mampu untuk memberikan sumbangan berupa SPI untuk membangun gedung ini,” ujar Fathur.


Sebagai salah satu bentuk hilirisasi Unnes di bidang keilmuan hari ini akan melaunching 3 Pusat Unggulan Iptek (PUI) yaitu PUI Pangan Fungsional, PUI Pendidikan Ramah Anak, dan PUI Energi Hybrida Terbarukan. Beberapa produk PUI Unnes ada yang sudah dipopulerkan baik di internasional maupun di nasional.


“Terkait dengan Smart Library ini ada banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk bisa mengukuhkan bahwa Unnes adalah Rumah Ilmu yang bisa memberikan manfaat bagi pemgembangan peradaban,” pungkas Fathur.


Menristekdikti Dorong Mahasiswa Miliki Keterampilan Spesifik dan Unik

Usai peresmian Smart Library, Menristekdikti berkesempatan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unnes dengan tema “Mahasiswa sebagai SDM Unggul mendukung Peningkatan Daya Saing Bangsa Era Revolusi Industri 4.0” di Auditorium Unnes.


Dalam kuliah umumnya Menristekdikti menjelaskan bahwa saat ini tren pasar dan dunia kerja saat ini didorong oleh teknologi dimana teknologi saat ini berubah setiap 2 tahun sekali. Oleh karena itu beberapa keterampilan pun menjadi usang dalam 2 tahun jika tidak diperbaharui, sehingga sebagian individu memiliki keahlian yang sama yang tidak sesuai perkembangan zaman.


“Disinilah teknologi memiliki peran yang sangat penting, setiap individu pun harus memiliki keunikan di keterampilannya. Selain itu kita harus memiliki hard skill dan soft skill yang baik,” kata Nasir.


Keterampilan hard skill yang paling dibutuhkan saat ini ada antara lain 5 keterampilan yaitu cloud computing, Artificial Intelligence, Analytical Reasoning, People Management, UX (User Experience) Design. Sedangkan 5 Soft Skill yang paling dibutuhkan yaitu Kreatifitas, Persuasi, Kolaborasi, Adaptasi, dan Manajemen Waktu. 5 hard skill akan berhasil jika memiliki 5 soft skill juga.


Turut hadir pada acara ini Kepala LLDIKTI Wilayah VI DYP Sugiharto, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, civitas akademika serta tamu undangan lainnya.


Heni Sukmawati, Firman Hidayat, dan Doddy Zulkifli
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti


Instagram @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https: //ristekdikti.go.id
Google Play: G-Magz


Read more at Ristekdikti!




Terpopuler


1. Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018

Daftar Jurnal Indonesia Terindex Scopus per September 2018 Active = 38 No. Name of Journal ISSN Indexed by Scopus Publisher's Name website


  19 Oct 2018     Vahrun     66081 Kali dibaca   

2. Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I

Hal : Pendataan Dosen Tetap Yayasan melalui aplikasi SIMPEGKEU di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Monitoring dan


  20 Sep 2018     Vahrun     12028 Kali dibaca   

3. Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019

Hal : Panduan Umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2019 Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Rise


  30 Jul 2019     Vahrun     4967 Kali dibaca   

4. Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018

Workshop Beban Kerja Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2018 Hari : Kamis s.d. Jumat Tanggal : 23 s.d. 24 Agustus 2018 Tempat : LePolonia Hotel & Convention Medan Download BAHAN Bahan 1 Bahan 2


  23 Aug 2018     Vahrun     4161 Kali dibaca   

5. Pengambilan Sertifikat Pendidik (Serdos) Tahun 2018

Pengambilan sertifikat pendidik (serdos) tahun 2018 Nama-nama yang sertifikat pendidiknya sudah ada di LLDIKTI Wilayah I, dapat diambil pada sdr. Wenny Aryan Bagian Ketenagaan LLDIKTI Wilayah I *Selengkapnya dapat dilihat dan diunduh pada file pdf


  25 Sep 2018     Vahrun     3172 Kali dibaca